Shadaqah bukan hanya memberi ketenangan bagi pelakunya, shadaqah juga bukan hanya menyelamatkan hamba dari siksa kubur dan kematian yang tidak di sukai. Akan tetapi shadaqah yabg di berikan untuk membantu keberlangsungan para penuntut ilmu agama akan menjadi sebab utama di luaskan dan di tambah rezki dari Allah azza wajalla.
Dalam Sunan At-Tirmidzi dikisahkan,
كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَأْتِى النَّبِيَّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ، فَشَكَا
الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلىَ النَّبِيِّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: لَعَلَّكَ تُرْزَقُ
بِهِ
“Ada dua orang bersaudara di zaman
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam, yang satu datang kepada Nabi
shallalllahu ‘alaihi wa sallam(untuk belajar), sedangkan yang satunya lagi
bekerja (menanggung nafkah saudaranya, pent). Maka orang yang bekerja ini
mengeluhkan kepada Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam tentang saudaranya.
Beliau pun bersabda, “Bisa jadi kamu diberi rezeki karenanya (ia menuntut ilmu
agama).” (HR.At Turmudzi, hadits hasan shahih)
Syaikh Al-Mubarakfuri rahimahullahmenjelaskan hadits
, لعلك ترزق به) بصيغة المجهول أي
أرجو وأخاف أنك مرزوق ببركته لأنه مرزوق بحرفتك فلا تمنن عليه بصنعتك

0 komentar:
Posting Komentar